"Masukkan Kata Kunci"

Senin, 07 Desember 2009

Tertarik nggak sih dia padaku?

Duh, apakah ia tertarik padaku? Pertanyaan sederhana nan singkat tersebut selalu menyeruak dalam benak pria saat mendekati perempuan sebelum ia resmi ‘menembaknya’. Maklum, tidak mudah memahami kaum hawa.


Di satu sisi, pria kadang merasa sudah mengerti benar dengan segala keinginan perempuan idamannya. Di sisi lain, segala bentuk perhatian yang telah diberikan ternyata tidak sesuai dengan harapan. Ujung-ujungnya perempuan yang diincarnya malah kabur usai kencan pertama. Inilah yang membuat pria bingung dan banyak bertanya-tanya. Apa yang mesti dilakukan?


David Wygant, konsultan pertemanan dan percintaan, sekaligus pengasuh acara televisi Dateline menyebut semua tanda-tanda tersebut selalu muncul dalam kencan pertama. “Semua tergantung dari kemampuan si pria untuk membaca dan mengerti arti tanda-tanda tersebut,” jelas Wygant.


Seperti pengalaman Ristyan saat mengajak makan malam perempuan yang sedang ditaksirnya. Pria lajang ini mengaku gugup saat duduk berdua. “Saking gugupnya, saya sampai bingung mau ngobrol apa lagi. Akhirnya saya malah bercerita tentang keluarga besar saya,” tuturnya.
Entah karena bosan atau memang ceritanya yang tidak menarik, teman kencan Ristyan pun buru-buru mengajak pulang usai makan. “Makan malam romantis yang saya bayangkan sebelumnya, buyar begitu saja. Ujung-ujungnya ia juga batal jadi kekasih saya,” imbuhnya, rada menyesal.


Di sini Wygant menekankan pentingnya menjadi seorang pendengar yang baik, bukan pembicara yang baik. Menurutnya, kencan yang sukses diawali dengan mendengarkan setiap detail perkataan perempuan yang ditaksir. Baru kemudian memberikan komentar terhadap apa yang dikatakannya. “Bukan berarti Anda tidak bisa bercerita tentang diri Anda. Namun kencan terbaik berlangsung saat Anda menjadi pendengar yang baik,” tegasnya.


Tentu saja, si perempuan pasti ingin tahu tentang siapa gerangan sosok pria yang mengajaknya kencan kali ini. Ada banyak hal yang ingin diketahuinya pada kencan pertama. Misalnya apa saja yang telah dipelajari si pria dalam kehidupannya. Atau seberapa menarik pria yang mengajaknya kencan.


Baca Bahasa TubuhnyaBahasa tubuh pun bisa menjadi pertanda apakah si dia tersebut tertarik dengan pria yang mendekatinya. “Perhatikan matanya. Salah satu sinyal bahwa ia tertarik adalah matanya terbuka lebar dan pupil matanya membesar, saat Anda berbicara atau ia yang berbicara,” ungkap Wygant.


Tanda lainnya, menurutnya, saat berbicara si perempuan cenderung mendekatkan badannya pada si pria dan serius mendengarkan setiap perkataan yang terlontar. Ia akan tetap duduk dan tidak ingin kehilangan setiap detik dari pertemuan tersebut. Bila pembicaraannya menarik, si dia tidak akan bolak-balik melihat jam tangannya atau pandangannya mengarah ke sekeliling ruangan.


Cara duduk pun bisa menjadi masalah besar bila si pria tidak tanggap dengan keadaan. Biasanya, saat kencan pasangan duduk saling berhadapan. Atau bila mendapat tempat di pojok, biarkan si dia duduk terlebih dahulu. Kemudian si pria mesti menunggu, di mana ia akan dipersilakan duduk.


“Beberapa perempuan akan meminta si pria untuk duduk di sebelahnya. Ada pula yang tidak. Bila ia meminta Anda duduk di sebelahnya, ini artinya ia memberikan sinyal tertarik pada Anda,” urai Wygant.


Satu hal yang diingatkan Wygant adalah masalah ciuman. “Ciuman pertama harus menjadi ide yang muncul dari benak perempuan. Bila ia menginginkannya ia akan menunjukkan tanda-tandanya pada Anda kok. Salah satunya saat diantar ke mobil, ia enggan meninggalkan Anda dan terus berbicara pada Anda,” kata David. Nah!


Toh, semua yang dilakukan dan dikomunikasikan perempuan lewat bahasa tubuhnya, tidak dilakukan dengan sengaja. Secara tidak sadar ia akan memberikan respons yang sesuai dengan isi hatinya saat itu. “Dia mungkin tidak sadar dengan apa yang dilakukannya. Namun di sinilah kuncinya, dan Anda bisa ‘memegangnya’ apakah ia tertarik dengan Anda atau tidak,” pungkas Wygant.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar